Senin, 06 Februari 2017

Misteri Serakan Tulang Belulang di Hutan Aokigahara

Tingkat bunuh diri di negara Jepang terbilang yang paling tinggi di Asia. Banyak penduduk Jepang, yang disinyalir karena mengalami tekanan baik itu pekerjaan, rumah tangga, atau lingkungan, nekat mengahiri nyawanya sendiri.Tapi tahukah anda bahwa di Jepang terdapat tempat “favorit” bagi mereka yang ingin mengahiri hidupnya? Ya, tempat itu adalah hutan Aokigahara.
Aokigahara menjadi tempat "favorit" bunuh diri via https://2.bp.blogspot.com
Aokigahara adalah hutan yang terletak di kaki gunung Fuji, Jepang. Hutan ini adalah salah satu hutan yang paling terkenal di Jepang. Bukan karena keindahan ataupun satwa yang ada di dalamnya, tapi lebih karena banyaknya tingkat bunuh diri yang terjadi di hutan ini. Sehingga tak ayal, hutan yang telah menjadi tempat bunuh diri sejak tahun 1950-an ini di kenal dengan sebutan Suicide Forest (hutan bunuh diri), dan Japan’s Demon Forest (hutan setan jepang).
Saking banyaknya jumlah mereka yang mengahiri hidupnya di hutan ini, banyak yang menobatkan Aokigara sebagai tempat “favorit” bunuh diri kedua setelah jembatan the Golden Gate di Amerika.

Lantas bagaimanakah sejarah Aokigahara menjadi tempat bunuh diri? Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, banyaknya warga Jepang yang bunuh diri di Aokigahara diprakarsai oleh sebuah karya penulis Jepang, Seicho Matsumoto, dalam novelnya yang berjudul Kuroi Kaiju (Black Sea of Trees) pada tahun 1960. Novel tersebut menceritakan kisah sepasang kekasih yang mengahiri hidupnya di sebuah hutan, dan kemudian cerita ini dipercaya mengilhami masyarakat Jepang untuk bunuh diri di Aokigahara. Namun banyak juga yang tidak percaya dengan hal ini karena tindakan bunuh diri di Aokigahara telah jauh terjadi sebelum novel ini diterbitkan.
The Complete Suicide Manual via https://i2.wp.com

Selain Novel Kuroi Kaiju, karya tulis lain yang bernasib sama, dituduh menjadi penyebab banyaknya tingkat bunuh diri di Aokigahara, adalah The Complete Suicide Manual yang ditulis oleh Wataru Tsurumi. Pada tahun terbitnya, yaitu 1993, buku ini menjadi kontroversial. Buku ini berisi panduan berbagai cara bunuh diri dan juga tempat yang tepat untuk melakukannya. Dan hutan Aokigahara disebut-sebut sebagai tempat yang tepat dalam buku ini. Hal yang mengejutkan kemudian adalah banyaknya temuan buku ini di hutan Aokigahara tidak jauh dari mayat mereka yang bunuh diri. Sehingga hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa buku ini menjadi dalang dibalik tingginya tingkat bunuh diri di Aokigahara.

Sekarang, Hutan Aokigahara dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai hutan angker. Penduduk percaya bahwa arwah mereka yang bunuh diri masih berkeliar di dalam hutan. Tak ayal, banyak yang meyakini bahwa siapapun yang masuk ke tengah hutan ini seorang diri maka ia dapat dipastikan tidak akan pernah bisa keluar dari dalam hutan. 

Selain legenda tentang banyaknya arwah yang bergentayangan, hal lain yang membuat hutan ini tampat “tak bersahabat” adalah banyak tulang belulang berserak di sepanjang hutan dengan pakaian yang masih lengkap. Beberapa diantaranya juga meninggalkan barang bawaannya, seperti buku, tenda, ataupun pakaian. Selain itu, karena pekatnya hutan ini, sinyal handphone dan kompas juga mengalami gangguan begitu kita memasuki bagian dalam hutan.
Papan Peringatan di Hutan Aokigahara via https://files.tofugu.com
Pada tahun 2002, setelah hutan ini terkenal akan bunuh dirinya, pemerintah Jepang memutuskan untuk menyusuri hutan guna mengevakuasi tulang belulang yang mungkin masih tersisa dan teridentifikai. Lantas, hasilnya pada tahun 2002 ditemukan sebanyak 78 kerangka manusia, dan setahun setelahnya ditemukan sebanyak 100 kerangka. Karena jumlah yang sangat tidak sedikit ini, polisi pun berinisiatif menempatkan papan peringatan bagi siapun yang berniat untuk bunuh diri di bagian luar hutan Aokigahara. Dalam Bahasa Indonesia, papan ini berbunyi “Hidupmu adalah anugrah terindah bagi orangtuamu”, “Konsultasikan dengan polisi sebelum anda memutuskan untuk mengahiri hidup”.

Show comments
Hide comments

4 komentar:

  1. suka banget orang jepang bunuh diri..sampe 100 tulang di temuin di hutan itu..ngeri bro kalo misalkan di indo ada yang kaya gini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul gan, sangat miris mengingat perkembangan negara tersebut terbilang maju. Semoga masyrakat Indonesia tidak meniru kebiasaan bunuh diri tersebut.

      Hapus
  2. banayak jones yang prustasi kali ya di jepang jadi banyak yang bunuh diri

    BalasHapus
  3. ternyata jepang gak cuma terkenal teknologi nya aja ya, serem juga kalau camping disitu. hahaha
    nice info bung.

    BalasHapus